DUA PULUH SEMBILAN

3320 Words

Gevan, Zeta dan tiga anggota ekskul lain nya sejak tadi terus saja mengulum senyum geli mereka, melihat penampilan para peserta seleksi pembacaan puisi. Ada yang terlalu melebih-lebihan suara, melebih-lebihkan ekpresi, serta melebih lebihkan teriakan. Zeta memalingkan wajah nya ke arah kanan, dengan telapak tangan menutupi wajah, menyembunyikan senyum geli nya agar tidak terlihat oleh siapa pun. "Itu tadi peserta terakhir. Seharian, dan hasil nya nihil." Riska---bendahara ekskul music itu menghela nafas nya dengan berat, sembari menempelkan punggung nya di kursi. "Ck, kacau, gimana nih?" Komentar yang lain nya. Zeta mengangkat bahu nya saat Gevan menatap ke arah nya. "Atau band aja kali ya yang kita tampilin." Usul Riska. "Masak cuman satu sih?" Komentar Gevan. "Trus gimana? Gak ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD