DUA PULUH

2256 Words

Zeta berulang kali melirik jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya. Tepat 5 menit lagi sekolah akan di mulai, sementara Zeta masih berdiri di depan halte untuk menunggu taksi. Shit Zeta berulang kali mengumpat saat taksi yang di tunggu nya tak kunjung datang. Sudah dapat di pastikan hari ini dia akan telat datang ke sekolah. Tidak ada pilihan lain. Zeta memacu kaki nya untuk berlari menuju sekolah, daripada dia harus jamuran nunggu taksi yang entah kapan datang. Selama berlari Zeta tak henti nya melirik jam tangan, berpacu dengan waktu. Hari ini Zeta memang telat bangun karna semalaman dia tidak bisa tidur. Dan baru bisa tidur saat jam 2 pagi tadi. Belum lagi tadi pagi Malvin tidak membangunkan nya. Memang dasar cowok b******k. Pikir Zeta. Zeta bisa saja tidak masuk sekolah hari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD