"Saya percaya! Dia juga akan kecewa saat melihat kamu seperti ini." Perkataan Bu Windy itu terus terngiang-ngiang di telinga Zeta. Berulang kali dia berusaha mengenyahkan pemikiran itu, namun semakin dia mencoba semakin ada sesuatu di sudut d**a nya yang mengganjal. Zeta mendongakkan kepala nya, menatap langit malam yang di penuhi oleh bintang. Tatapan nya berubah sendu. "Bilang kalau lo emang kecewa sama gue." Gumam Zeta seorang diri dengan suara terdengar lirih. "Bilang kalau gue udah kecewain lo." ulang nya lagi. Zeta ingin seperti apa yang orang-orang katakan tentang dia. Zeta ingin melakukan semua itu. Namun, semua seakan berat untuk nya. Setiap kali dia ingin memulai, setiap itu juga bayangan kelam itu memenuhi otak nya. Zeta ingin lupa. Zeta ingin Tuhan menghapus segala memori n

