Zeta menatap pintu coklat di depan nya itu. Sudah 10 menit lama nya, dia hanya berdiri tanpa melakukan apa pun. Zeta berusaha keras meyakinkan diri nya untuk melakukan apa yang hati nya suruh. Tangan nya tanpa sadar meremas kertas yang ada di genggaman nya. Zeta menghela nafas nya, tangan nya terangkat dan menyentuh gagang pintu tersebut. Perlahan dia mendorong nya ke dalam. Seperti dugaan awal nya, kehadiran nya langsung saja mendapat sambutan dari semua pasang mata di sana. Zeta terdiam untuk waktu yang cukup lama di ambang pintu. Menatap sekeliling ruangan guru. Setelah mata nya menangkap orang yang di cari nya, dia melangkah semakin dalam ke ruangan itu. "Ada apa?" Zeta tepat berdiri di depan Bu Windy, yang menatap nya datar namun tidak di pungkiri guru matematika itu cukup heran

