EMPAT

1314 Words
Zeta bangkit dari posisi nya berbaring di ranjang uks, sembari melirik jam tangan hitam berukuran kecil di pergelangan tangan kiri nya. Sudah pukul 03.00 sore, sebenarnya dia mendengar bunyi bel berbunyi yang menandakan jam belajar mengajar telah usai. Namun, dia tidak berniat beranjak sedikit pun dari uks ini. Selain kepala nya yang masih sedikit berdenyut, ruangan ini cukup sunyi untuk menyendiri. Rasa nya sudah cukup 1 jam sejak bel pulang berbunyi Zeta berada di uks. Dan Zeta memilih untuk pulang. Dia meraih tas nya yang sudah di antarkan pihak pmr tadi. Zeta berjalan di koridor lantai satu yang sudah sepi pengunjung, dengan tangan yang menenteng jaket lepis milik nya. Zeta sedikit bersyukur karna tidak ada lagi orang yang berada di koridor, karna pasal nya dia cukup jengah dengan bisikan-bisikan orang-orang tentang diri nya. Entah yang mengatakan nya dingin, datar, atau tak sedikit yang memuji nya. Tapi bagi Zeta itu cukup membuat nya risih. Zeta menghentikan langkah nya tepat di depan gerbang sekolah, mata datar nya menyorot ke arah lima orang manusia yang ada di sana. Dua di antara nya bersandar di bemper mobil, dengan tangan si cewek bergelayut manja di tangan si cowok. Menjijikkan. Itu lah yang dipikirkan Zeta. Zeta melangkah melewati kerumunan itu, tanpa berniat menyapa atau sekedar menatap salah satu di antara mereka. Namun, kaki seseorang yang menjulur panjang di depan nya membuat dia harus menghentikan langkah nya. Zeta lalu melirik tajam namun dingin ke arah si pemilik kaki. "Singkirin kaki lo!" Perintah Zeta dingin. Malvin menghela nafas nya. Yap kaki itu milik Malvin. Cowok itu tak kalah menatap dingin ke arah Zeta. Dia lalu mengeluarkan ponsel nya di saku celana, dan melempar nya ke arah Zeta. Zeta menangkap ponsel itu dengan gerakan santai. Lalu melihat apa yang ada di layar tersebut. Malvin! Pokok nya mama gak mau tau, kamu pulang nya harus bareng Zeta! "Lo gak usah geer. Gue nunggu lo! Karna nyokap yang nyuruh!" Untuk pertama kali nya Malvin membuka suara. Zeta mengetikkan sesuatu di ponsel milik Malvin. Lalu setelah itu melemparkan nya ke arah Malvin, cowok itu menangkap nya. Dan menatap layar ponsel tersebut. Lalu melirik ke arah Zeta si muka es. Zeta bisa pulang sendiri tante! (Zeta) "Udah kan? Jadi lain kali, gak usah merasa terpaksa!" Desis Zeta, dan beranjak dari tempat nya. Sedangkan Malvin hanya menatap punggung Zeta yang mulai menjauh. "Tuh Vin! Dia pulang sendiri kan! Mending kamu anterin aku pulang!" Suara manja itu milik Dara, si cewek yang kata nya populer di SMA Nasional. Gadis itu masih setia bergelayut manja di lengan Malvin. Risky dan Rendra sama-sama menatap jijik ke arah Dara. Sedangkan Gevan malah diam, sembari memainkan ponsel nya. "Vin! Daripada lo sama dia! Mending sama Zeta kemana-mana lagi. Emang lo betah satu mobil sama cewek model kayak dia?" Risky yang berada di samping Malvin berbisik pelan. Malvin mencerna ucapan Risky. Sementara Malvin sibuk memikirkan ucapan Risky. "Eh Dar! Lo jadi cewek mahal dikit dong! Ini enggak nyosor-nyosor mulu! Murahan banget!" Ketus Rendra. Walaupun Rendra tipikel cowok playboy cap badak, cowok itu juga tidak suka dengan cewek yang dengan mudah menyerahkan tubuh ke cowok. "Apaan sih lo! Syirik ya!karna gue nempel nya gak sama lo!" Dara menjawab super pede. "Eh- alhamduliillah lahir batin, sujud syukur gue kalau lo jauh-jauh dari gue." Balas Rendra menampilkan tatapan jijik nya. Dara mendesah. Malvin menepis tangan Dara dari lengan nya, dia lalu berjalan dengan langkah cepat namun santai. Semua orang memperhatikan gerak gerik Malvin. Termasuk Gevan kali ini. Malvin menarik tangan Zeta, dan membawa gadis itu ke mobil. "Lo orang baru di sini! Kalau lo hilang, ujung-ujung nya gue yang repot!" Desis Malvin dingin. Zeta menatap mata dingin Malvin dengan mata dingin nya. "Masuk! Ngapain Lo liatin gue?!" Ketus Malvin. Zeta menyeringai. "Kalau gue buta, baru gue gak bisa lihat lo!" Balas nya dingin, san masuk ke dalam mobil sport itu. "Loh Vin!trus aku gimana?" Rengek Dara, memegang lengan Malvin. Malvin menepis nya,dia sudah cukup risih dengan kelakuan cewek ini. Tanpa berkata apa pun dia melajukan mobil nya meninggalkan sekolah. "Yaaahh emang enak di tinggalin! Syukurin lo! Jadi cewek murahan sih!" Ledek Rendra di iringi tawa Risky, dan kekehan Gevan. "Udah lah guys! Cabut yuk!" Ujar Risky. Mereka lalu meninggalkan Dara yang memberengut dan menggeram kesal. ✉️✉️✉️✉️✉️✉️ "Nah itu Zi pulang!" Langkah Zeta seketika terhenti saat seseoang menyebut nama nya. Bukan hanya gadis itu saja, tetapi Malvin ikut berhenti di samping Zeta. Kini mata mereka sama-sama menatap ke arah pria berpakaian hitam yang berumur sekitar 30 tahun yang kini juga tampak menatap ke arah mereka secara bergantian. Malvim tidak mengenal pria itu, namun Zeta mengenal nya. "Nando?" Gumam Zeta pelan. Pria yang di panggil Nando itu tersenyum ramah ke arah Zeta, dia bangkit dan menunduk hormat ke arah nona muda nya itu. "Selamat sore Non Zi!" Zeta hanya mengangguk tanpa ekspresi. Di ruangan tamu itu bukan hanya ada Zeta, Malvin, dan Nando. Tetapi juga ada Rahardian dan Miranda. "Kalian darimana aja? Kenapa baru pulang jam segini?" Tanya Miranda menatap Malvin dan Zeta bergantian. Hening. Malvin melirik ke arah Zeta dengan ekspresi datar nya, begitupun dengan Zeta. "Enggak kok ma. Aku tadi latihan basket." Jawab Malvin berbohong. Miranda mengangguk. "Ada apa Ndo?" Tanya Zeta datar ke arah Nando, tanpa memakai embel-emebl kak, pak, mas atau apa pun. Nando adalah orang kepercayaan keluarga Rezaldi sejak pria itu melamar menjadi bodyguard ketika berumur 20 tahun, jadi sudah cukup lama Nando menjadi orang kepercayaan keluarga Rezaldi. Selain itu, Nando juga di tunjuk oleh Tuan Rezaldi untuk menjadi bodyguard pribadi Zeta. "Oh ini non. Kemarin non WA saya untuk mengantarkan gitar kan? Nih saya sudah bawakan." Jawab Nando dengan senyum yang tak lepas, namun terlihat berwibawa. Zeta mengangguk, dia sebenarnya lupa jika kemarin malam meminta Nando untuk mengantarkan gitar akustik berwarna abu-abu kesayangan nya. Nando menatap wajah majikan kecil nya itu Yang terlihat sedikit berbeda di mata nya. "Non Zi kenapa? Non sakit?" Nando bertanya dengan nada curiga sekaligus khawatir. Pasal nya wajah Zeta terlihat lebih pucat dari biasa nya. Zeta menggeleng pelan serta mengalihkan pandangan nya dari Nando. "Gue baik-baik aja. Lo boleh pulang sekarang!" titah nya dengan nada dingin. Nando sangat mengenal Zeta. Karna sejak kecil gadis itu bersama nya. Jadi dia tau, mana yang Zeta tengah berbohong mana yang tengah jujur. Dan sekarag Zeta sedang berbohong. "Non? Non belum makan dari tadi pagi kan?" Nando akhir nya menanyakan hal itu. Zeta diam, tanpa melirik sedikit pun kepada Nando. Sejak pagi hingga sekarang perut nya memang tidak berisi makanan apa pun. "Non harus mak---" "Jangan peduliin gue!" Potong Zeta dengan sengit. Nando menghela nafas nya. "Ya udah, tapi non jangan lupa makan ya habis ini! Trus ini, nyonya nitipin obat untuk non Zi. Takut nya magh non Zi kambuh." Nando meletakkan botol berisi obat itu di atas meja. Nando kembali menatap ke arah Zeta. "Non! Temen-temen non---" "Jangan sampai mereka tau kalau gue di sini!" Perintah Zeta. "Tapi non! Mereka mencari keberadaan non. Saya gak mung---" Brakk... "Majikan lo mereka atau gue!!" Zeta menatap tajam dengan gigi bergemelatuk ke arah Nando. "Cukup dengerin omongan gue!!" tekan Zeta. Keluarga Rahardian di buat kaget dengan tindakan Zeta yang tiba-tiba menggebrak meja dengan kencang. Kini semua hening menatap ke arah gadis yang tengah di kuasi emosi itu. Zeta mengusap gusar wajah nya. Dia berusaha menormalkan kembali emosi yang ada dalam diri nya. "Sorry Ndo! Gue cuman minta lo untuk gak buka mulut apa pun! Kalau lo masih hargain gue di sini!" Setelah mengucapkan itu, Zeta berlalu menuju kamar tanpa menatap siapa pun lagi. Sedangkan semua orang yang di tinggalkan menatap punggung Zeta yang semakin menjauh. Sementara itu Malvin malah menatap sebotol obat yang berada di atas meja. Apa gadis itu benar-benar ingin mati? Sudah tau mempunyai penyakit asam lambung, malah nekad tidak makan seharian. Pikir Malvin. Dasar cewek aneh. Malvin membatin. ✉️✉️✉️✉️✉️✉️
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD