bc

He's My Devil Senior

book_age16+
3.9K
FOLLOW
27.4K
READ
playboy
badboy
prince
student
comedy
bxg
highschool
others
first love
like
intro-logo
Blurb

merantau dari perkampungan menuju ibu kota bukanlah hal yang mudah. apalagi saat ini Ran baru menginjak kelas satu SMA. dan hari ini adalah hari pertama dia masuk sekolah dan menjadi siswa baru di sekolah.

kesialan menghampiri Ran saat ia terlambat datang di acara penyambutan siswa baru dan harus berurusan dengan Bintang, cowok iblis berwajah manis namun menyebalkan setengah mati.

Bintang yang notabennya komite kedisiplinan langsung mengambil alih semua hukuman yang seharusnya diberikan guru pada Ran.

masalah pun muncul saat hukuman pertama Ran Jalankan dan dihari itu juga, Ran harus merelakan ciuman pertamanya.

sejak kejadian itu, semuanya menajdi berubah, basahnya bibir Bintang mulai menjadi candu bagi Ran, bahkan malam itu, malam dimana sebuah kesalahan terjadi dan Ran melepaskan sesuatu yang berharga pada dirinya untuk Bintang dan itu menjadi hal yang paling Ran sesalkan dalam hidupnya...

chap-preview
Free preview
Chapter 1
Pernah nggak sih kalian ngalamin hari yang benar-benar membuat kalian kesal, sebal bahkan pengen pentokin kepala seseorang ke dinding. Jika pernah, itu artinya kalian senasib sama Gue guys. Cowok gila itu sudah merebut first kiss gue. Dasar s***n sialaaaaaan...

*****

"Haaaahhh" suara helaan nafas terdengar kuat berasal dari arah taman didekat parkiran sekolah.

Ran! Itulah nama gadis yang kini sedang tampak murung. Seorang gadis yang sedari tadi sudah duduk di sebuah bangku taman yang ada di pekarangan sekolah. ia bahkan tak nampak seperti siswa yang punya semangat juang untuk sekolah. sampai-sampai bunyi bel pertanda jam pertama sudah berbunyi pun ia hiraukan.

Sebenarnya ini hari pertama Ran sekolah. tepatnya sih menjadi murid baru di sebuah sekolah berbasis asrama yang sangat sangat dan sangat terkenal di Jakarta. Dan saat ini, harusnya ia sudah berada di Aula. Menghadiri perkumpulan siswa baru yang memang direncanakan untuk berkumpul di Aula sekolah ini. walaupun dia hanya seorang murid penerima beasiswa.

Sekolah yang bisa dikatakan megah ini hanya menerima siswa baru sebanyak 150 orang dengan masing-masing kelas yang hanya terdiri dari 15 - 20 siswa.

Sekolah ini mempunyai taman bunga yang sangat indah, taman air mancur, kolam berenang, lapangan basket, game center, supermarket terlengkap, serta taman botani yang sangat sejuk, mengingat Jakarta kota yang cukup gersang karena hanya diisi dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi, sekolah ini cukup menjajikan udara yang sejuk.

Terlepas dari hiruk pikuk kota Jakarta yang memang sudah terkenal dengan jalanan Macetnya sudah tak perlu di hiraukan lagi oleh para siswa.

Pasalnya siswa kelas satu sampai tiga diwajibkan asrama dengan fasilitas super lengkap. Bisa dipastikan tak akan ada siswa yang akan suntuk atau merasa tak betah di sekolah tersebut.

Pihak sekolah juga tak membuka UHS untuk umum, bahjan para tamu yang akan mengunjungi UHS harus melalui perizinan yang sah.

semua ini dilakukan demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan siswa serta staff pengajar.

Sekali setahun UHS akan membuka diri kehadapan umum dengan membuat acara yang berteme 'Open School'. Pada saat itulah biasanya para murid yang akan lulus dari SMP melakukan study banding untuk memilih sekolah mana yang akan mereka masuki nanti.

Berlebihan memang, tapi demi mewujudkan sekolah dengan kenyamanan tingkat internasional yang berbasis asrama, itu tak terlalu buruk.

Bahkan UHS sekarang juga menjadi incaran siswa dari negara lain untuk bersekolah di sini.

Kembali lagi pada Ran. Gadis itu masih betah berlama-lama menikmati taman asri milik sekolah,

"Bagaimana ini! ?" batinnya bertanya sambil tetap melirik kegerbang sekolah. Pandangannya beralih pada jam yang melingkar di tangan kirinya 'sudah lewat lima menit' pikirnya.

Ran POV

Kakiku masih terasa berat untuk di ajak berjalan, tapi apa boleh buat. Toh berdiam disinipun tak akan membuatku lega. Melainkan hanya akan menambah masalah.

"Ayo kaki, kamu pasti bisa melangkah!" ucapku sembari memukul-mukul pelan pahaku.

Dari taman tempatku tadi duduk sampai di aula harus melewari parkiran sekolah dulu, ya walaupun agak sedikit jauh tapi biarlah.

TIIIITTT TIIIIITT...

Suara nyaring klakson mobil yang sangat memekakkan telinga terdengar dari arah belakang yang membuatku kaget dan melirik kesumber suara.

"lewat aja kenapa sih, jangan pake klakson bisa nggak?" rutukku kesal sambil mengehentak-hentakkan kakiku kasar ketanah.

dengan suasana hati yang makin memburuk, kupalingkan wajahku kebelakang dan mataku menangkap sebuah mobil sport berhenti dengan gagahnya.

"Waaahh, apa sekolah ini memang diisi orang-orang berduit semua?" Mewahnya mobil itu cukup membuatku terpana beberapa saat sampai aku disadarkan lagi dengan suara klakson yang kedua.

CIiiihh!! Tak peduli siapa pengemudinya, yang jelas orang itu pasti melihat tatapan membunuhku, walaupun begitu aku tetap melangkahkan kakiku mundur kesamping dan membiarkan mobil itu lewat.

Kaca mobil itu sangat gelap bahkan dari luar mataku tak bisa menangkap siapa pengemudi mobil tersebut.

Cukup lama berdiam diri, Mataku melotot ketika kembali kulirik kearah jam tanganku "WHAT?? Sudah hampir jam setengah delapan!? Mati aku!!" kucoba berlari sekuat yang aku bisa. Bisa berabe kalau aku terlambat.

Langkahku terhenti di depan ruangan yang sangat besar, yang sudah seminggu ini memang menjadi tempat berkumpulnya siswa baru.

sambil mengatur nafas senormal mungkin, kulangkahkan kakiku masuk kedalam aula yang sudah dipenuhi oleh ratusan siswa tersebut.

Di pojok kiri kanan kulihat para staff pengajar dan staff kantor sudab berdiri di sana dengan rapinya.

"Kau dari mana? Kau tahu aturan disekolah ini TIDAK BOLEH TERLAMBAT" bentak seorang guru yang tiba-tiba muncul dibelakangku.

Kulirik guru tersebut dan cukup membuatku bergidik ngeri. Walaupun dia terlihat cantik, tapi tatapannya padaku tetap saja seperti monster yang siap menerkam mangsa.

"maaf Buk! perutku tiba-tiba sakit, sepertinya aku terserang diare dadakan! Aku juga kesusahan mencari toilet di sekolah ini" jawabku sekenanya sambil memegang perutku yang sama sekali tak sakit itu.

"Apa alasan seperti itu bisa kau jadikan tamengmu? kau sudah seminggu disini, dan lagian dikamarmu ada kamar mandi kan?"

DOOORR

pas banget ucapan guru tersebut tepat mengenai akal sehat Ran yang sedari tadi buntu. kenapa dia memakai alasan itu tadi, sialan! batin Ran merutuki kebodohannya.

"Iya memang Buk, tapi karena terlalu sesak, jadi saya kebingungan mencari toilet! saya benar-benar minta maaf" mencoba mencari peruntungan kembali dengan permintaan maaf, sudut mataku menatap guru yang kini tengah berdiri di hadapanku.

"Ya sudah! Kau masuklah barisanmu! Jangan kau ulangi lagi, kalau tidak kau akan terkena sanksinya, kau paham!!!"

YES!! teriak ku dalam hati. Tak mungkin aku suarakan jika aku masih tetap ingin sekolah disini.

"Baik Buk! Maafkan saya"

Dengan sedikit berlari kucari barisan kelasku yang ternyata berada di ujung sudut gedung. Banyak yang melirik kearahku, ada yang memasang wajah takjub ada yang memasang wajah meremehkan bahkan ada yang memasang wajah datar.

"Apa-apaan mereka, apa tak pernah melihat orang terlambat sebelumnya, kenapa mereka melihatku seperti itu". batinku menggerutu.

Author POV

"Tes tes! Ehemm!! selamat pagi semuanya!"

"Pagiiii"

"Perkenalkan nama saya Bintang Delfiras Admaja, saya ketua kedisiplinan siswa disekolah ini" kulirik cowok yang juga menggunakan seragam yang sama denganku yang kini tengah berpidato didepan.

bedanya dilengan siswa itu ada sebuah lambang berwarna Hitam. mungkin itu lambang jabatannya, Mungkin!

"dan sepertinya baru beberapa hari sudah ada yang melanggar aturan sekolah." Ucapnya santai tapi tetap dengan wajah tegasnya.

Tahu siapa yang dimaksud, kuangkat wajahku secara perlahan dan nenar saja Semua siswa menatapku dengan raut wajah yang tak bisa ditebak olehnya. bahkan para gurupun ikut-ikutan..

'Waaaw! Ini neraka' ucapku ngeri. Dengan hati-hati ran memberanikan diri melirik murid laki-laki yang tadinya mengaku sebagai seorang ketua disiplin siswa.

"apa yang kau lihat?" ucapnya sinis dari atas panggung.

*****


BERSAMBUNG!!

INI CERITA ON GOING AKU YANG KE DUA. BACA CERITA AKU YANG LAINNYA JUGA YUK TEMAN-TEMAN. YANG TAMATNYA ADA BANYAK LHO DAN DIJAMIN KALIAN SEMUA BAKALAN SUKA BACANYA.


YG TAMAT :

1. TARUHAN PANAS

2. THE SOMPLAK COUPLLE (SEQUEL TARUHAN PANAS)

3. INTELIJEN LOVE TARGET

4. BASTARD MY BOSS

5. MY SOULMATE SWEET DUDA

6. KAYLA


DAN YANG ON GOING :

1. OVER PROTECTIVE DOCTOR

2. HE'S MY DEVIL SENIOR

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Crazy Maid ( INDONESIA )

read
195.2K
bc

Rantai Cinta

read
67.0K
bc

Hi!! My Tomboy Girl (Sequel Bastard My Boss)

read
101.2K
bc

Stevany dan Wingga

read
134.7K
bc

Tante Kesayangan

read
152.8K
bc

LEO'S EX-SECRETARY

read
117.7K
bc

Over Protective Doctor

read
428.1K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play