Chapter 32 (END)

1104 Words

Pergulatan panas mereka yang baru saja selesai tiga jam yang lalu,  kini menyisakan keributan heboh yang diciptakan oleh Bintang. Lelaki itu sejak jam tiga pagi buta sudah membangunkan semua penghuni rumah,  mulai dari menggedor pintu kamar Hani.  Hani? Iya. Hani..  Jangan katakan kalian lupa siapa Hani. Sudah seminggu ini Hani tidur di apartemen Bintang.  Alasan pria itu sih karena nggak mau sesuatu terjadi sama istri tercintanya. Jadilah Hani yang memang seorang dokter harus rela menuruti rengekan adiknya yang memintanya untuk tinggal di rumah lelaki itu. Kembali pada Bintang, lelaki itu bahkan tak sadar kalau dia hanya menggunakan celana kaos pendek  diatas lutut saja tanpa atasan. "Bintang!" panggil Hani sembari bergidik ngeri. "Kak, Ran kak Ran. Kayaknya mau melahirkan!" u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD