“Gimana Bos? Udah enakan?” tanya Farale. Mereka bertiga sudah tidak sabar ikut mencari keberadaan si penjahat itu. Namun, terhambat oleh keadaanku yang masih sangat lemas. “Aku sudah baikan. Kalian boleh ikut mencari keberadaan si pelaku itu,” suruhku. “Tapi Bos, anda bagaimana?” tanya Satya. “Saya sudah kuat. Buat menghadapi penjahat pengguna mainan anak anak seperti itu mah, mudah.” Aku memperlihatkan otot-otot yang ada di tubuh seksiku ini. Memang benar, untuk menghajar dua atau tiga orang sekaligus itu sangat mudah bagiku. Jika aku tidak berada dalam pengaruh obat yang diberikan dokter untuk menenangkan kondisiku, aku pasti sudah ikut serta dalam pencarian mereka. “Udah kalian tunggu apa lagi? Saya mau periksa ruangan saya juga. Siapa tahu tempat yang mereka incar di sana,” kata

