POV Dokter Vino Saat pertama kali aku bertemu dengan Anin di Bandung aku langsung jatuh hati padanya entah ide dari mana aku ingin dia menjadi pacar pura-pura ku untuk mengelabuhi mantan pacar ku Aqila. Aku semakin gencar mendekatinya, aku kira dia akan melupakan aku begitu saja ternyata tidak dia sebaik itu orangnya lagi keadaan bad mood pun dia selalu berinteraksi dengan ku. Kami berdua saling terhubung aku selalu ngabarin keadaan ku disaat aku sudah di Jakarta sedangkan dia masih di Bandung. Di kota Yogyakarta ini lah aku dan Anin di persatukan perjalanan ini tidak mudah berbagai penolakan yang di berikan kepada ku tapi aku tidak menyerah begitu saja. Pada akhirnya Anin pun luluh juga dengan kata-kata ku dan kata yang aku sampaikan sama dia waktu itu masih aku ingat sampai sekarang.

