82. Langit Favorit

1467 Words

Senyum manis itu kini tercetak jelas diwajahnya setelah kemarin mukanya kusut kini Anin ku kembali. Akhirnya aku bisa mewujudkan wish list mereka tertunda dulu walaupun cuma camping ala kadarnya. Aku sudah mewanti-wanti Anin untuk memakai baju tebal aku meminjamkan Hoodie ku yang ada tersimpan di lemari disini. Dia sempat protes kebesaran tapi aku tidak peduli dengan protesnya aku mengancam acara barbekyu batal aja. Dengan terpaksa dia memakainya. "Jangan manyun gitu bibirnya sayang ini demi kesehatanmu." "Iya, Tapi kebesaran kak." "Dari pada nanti malam harus di infus lagi." "Ya jangan.." "Makanya nurut, lagian nggak ada siapa-siapa juga yang lihat cuma kita-kita doang." "Ayo teman mu udah nungguin di taman belakang." Kami berdua menuju ke tempat tenda yang sudah dipasang di dekat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD