34

1203 Words

Alden berlari dikoridor rumah sakit Asih, seperti yang diberi tau Bian kemarin. Ia baru dapat pesawat semalam dan ternyata untuk menuju rumah sakit itu harus memakan waktu lagi karena jauh dari bandara serta lokasinya yang agak ke pelosok. Entah dibawa kemana istrinya sama sahabatnya itu. Jika bukan karena ia yang terlihat salah, pasti ia akan membuat perhitungan ke Bian. “Istri gue dimana?” Tanya Alden langsung begitu menemukan Bian dengan seorang pria yang tak ia kenal di lorong rumah sakit. Bian tampak terkejut, padahal ia sendiri yang menyuruh Alden kesini. Ia pun tak menjawab, hanya berjalan mendahului Alden menuju kamar tempat Shei dirawat. Setelah pintu terbuka, Alden dapat melihat Shei terbaring lemas disana dengan infus yang menempel serta selang oksigennya. Mata Shei tertutup,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD