35

1071 Words

Shei menatap keluar jendela, karena tak dapat jadwal penerbangan hari ini dikarenakan semuanya penuh. Akhirnya mereka berempat memutuskan untuk menggunakan kereta api kembali ke Jakarta. Walau memakan waktu hampir sepuluh jam setidaknya Shei bisa lebih banyak istirahat. Karena rawan juga baginya yang sedang hamil mud ajika naik pesawat. “Siapa pendonornya ya? Bukannya sulit dapet donor jantung?” Tanya Shei, penasaran. “Aku juga gak tau. Nanti kita coba cari tau kalo udah sampe. Yang penting kita bisa operasi cangkok jantung Nasya sesegera mungkin.” Ucap Alden sambil memeluk pundak istrinya itu. “Raina masih gak ada kabar?” Tanya Shei lagi. Semarah apapun ia dengan wanita itu, dia tetap kakak kandungnya. Orangtua dari Nasya, dan Nasya jelas sangat membutuhkan Raina. Alden menggeleng le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD