29

1787 Words

Shei menatap bingkai foto besar yang baru ia pajang dikamarnya. Sebenarnya bingkai ini telah ada sejak lama, sejak baru seminggu menikah dengan Alden mungkin. Tapi karena risih dan merasa tak nyaman memajang foto sebesar itu dengan pose yang agak kaku bersama orang yang dulu belum ia cintai itu, ya rasanya nano-nano. Baru hari ini ia ingin sekali memajangnya dan menyadari jika saat menikah dengan Alden dirinya sangat sangat terpaksa. Andai sudah mencintai Alden sejak dulu, pasti foto prewed dan foto pernikahannya akan bagus. “Kaku banget sih gue.” Shei tersenyum miris. Tiba-tiba perasaannya jadi tak enak. Entahlah, mungkin efek merindukan Alden yang seperti taka da habisnya. Padahal paling lama mereka berpisah hanya lima jam karena Alden telah mengurangi jam dinasnya. Kecuali untuk hal ur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD