Hidup berdua dalam satu atap apalagi telah dalam hubungan yang sah, sulit rasanya untuk berpikir tidak akan terjadi apa-apa Nyeri yang Shei rasakan dibawah perutnya cukup mengingatkan sekaligus menyadarkan kesalahannya tadi malam. Sebenarnya bukan kesalahan karena mau tidak mau setelah pernikahan, b******a adalah salah satu kewajibannya sebagai istri. Kesalahannya hanya saat ia telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk Alden disaat cepat atau lambat mereka akan menikah nantinya. Tangan kekar pria itu masih posesif memeluk tubuhnya yang hanya tertutup selimut, tak berbeda jauh dengan sang istri alias Shei. Namun ketika ia terjaga jam 3 pagi sampai sekarang, ia tidak bias tidur lagi karena kepikiran dengan perbuatannya. Bukan dosa memang, hanya masa depan yang ia takutkan kelak. Mau anca

