“Eh?” Alden menghentikan langkahnya ketika hampir saja menabrak seseorang yang tau-tau muncul didepannya. Ia seperti ingat wajah itu tapi agak lupa kapan dan dimananya.” Siapa ya?” “Aluna. Mamahnya Nasya. Masa lupa.” Jawab Aluna sambal memasang senyum semanis mungkin. Alden mengangguk tanda telah mengingat orangtua dari pasien yang kata Reta anaknya memiliki komplikasi penyakit itu.”Ada apa ya?” “Tadi aku habis berobat eh bukan sama dokter Al.” “Terus?” Alden sedikit menaikkan alisnya. “Ya jadi gak bisa ketemu deh. Mau makan malem bareng gak? Kebetulan Nasya mau cuci darah nanti sore.” Alden tampak berpikir tapi tidak sama sekali ingin menerima tawaran dari wanita manis didepannya ini.” Maaf. Saya mau makan malam dirumah aja kebetulan istri udah masak.” Jawabnya berbohong. “Yah say

