23

1152 Words

“Shei. Lo baik-baik aja?” Bian tampak khawatir melihat perubahan wajah Shei, apalagi wajah wanita itu mendadak pucat mirip mayat. Awalnya ia memang ragu memberi tau Shei perihal ini, tapi tak ada gunanya juga ditutupi. Ia akan merasa sangat bersalah jika harus menutupi hal seperti ini dari sahabatnya. Walau keluarganya sendiri jelas tidak memberitahunya, kelihatan dari wajah Shei yang begitu shock. Lantas kenapa kedua keluarga besar itu menutupi hal sepenting ini? Memang Raina sudah tak ada, tapi tentu masalah ini penting untuk dibicarakan. Juga Alden yang seakan ikut menutupinya. Bagaimana dia bisa menjalin hubungan serius dengan adik dari mantan pacarnya? Membiarkan istrinya menjadi orang yang paling tidak tau akan hal ini. Rasanya sangat tidak adil. Shei menggenggam tangannya sendiri,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD