Alden baru saja selesai menangani pasien terakhirnya. Ia mengambil ponsel di laci meja kerjanya dan membuka pesan dari Shei. Langsung ke rumah ortuku aja. Aku tunggu disana. Alden mengerutkan keningnya, heran dengan pesan dari Shei yang menurutnya terlalu singkat dan seperti menyimpan kemarahan. Ia jadi mengingat apa saja yang ia lakukan hari ini sebelum berangkat kerja, tidak ada yang aneh. Mengingat mood swing istrinya akhir-akhir ini membuatnya sedikit waspada. Apalagi hubungannya dengan sang istri yang baru saja membaik dua bulan lebih ini. Merasa tidak ingin lama-lama lagi, Alden bersiap untuk pulang dan pamit dengan perawat yang mendampinginya hari itu. “Wah, Dokter. Buru-buru ya.” Alden menghentikan langkahnya ketika mendengar suara yang akhir-akhir ini sering ia dengar. Aluna

