“Makan yang banyak ya, Nasya.” Ucap Shei sembari menyuapi bubur ke mulut mungil keponakannya. Gadis mungil itu sudah sangat pulih, jahitan bekas operasinya pun sudah kering. Kesehatan Nasya sudah sangat membaik. Jauh lebih baik dari sebelumnya. Hanya untuk makanan keras seperti nasi biasa, Nasya masih beradaptasi. Jadi selama ini ia masih makan yang lembek-lembek. Tapi untungnya ia selalu lahap makannya. Yang membuat Shei miris adalah ketika Nasya mulai menanyakan bundanya alias Raina. Ia hanya mampu mengatakan, “Bunda sedang berada di tempat yang bagus. Dan jika Nasya mau ketemu Bunda, maka Nasya harus bersikap baik juga biar nanti bisa ketemu Bunda. Sekarang Nasya tinggal dulu sama tante Shei. Nanti akan ada dedek bayi juga jadi Nasya akan segera jadi kakak.” Nasya terlihat senang

