8, Kehangatan yang kedua kalinya.

1008 Words

"Aku mohon, mengertilah." Ucapan itu terdengar sangat singkat, tapi begitu menyakitkan. Bukan tanpa sebab, melainkan ada suatu hal yang terasa mengganjal di hati Aleta. Pada saat itu, Bian mencoba menenangkan Aleta, meskipun rasanya sangat sulit. Untuk beberapa saat kemudian, ia akhirnya menatap ke arah Bian dengan tatapan tajam. "Kalau kamu memang mencintai aku, seharusnya kamu tidak melakukan ini!" tekan Aleta dengan suara yang terdengar bergetar, tatapan matanya juga terlihat menyakitkan. Bian Menatap tatapan itu dengan sangat dalam, ia tahu – apa yang ia lakukan mungkin begitu menyakitkan, tapi ia tidak bisa berbuat banyak. "Bila aku tidak melakukannya, apa kamu akan bersamaku hanya karena atas dasar cinta?" tanya Brian penuh penekanan. "Tidak ada tempat tinggal, bahkan kendara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD