Oase berjalan dengan gontai meninggalkan gedung apartemen Maria. Isi pikirannya bercampur aduk. Begitu banyak hal yang ia sesalkan. Termasuk di antaranya kebodohannya yang membiarkan dirinya terprovokasi. Oase sebenarnya tahu kalau Maria tak benar-benar ingin putus. Meski mengatakan sesuatu tentang tak ada gunanya melanjutkan hubungan, tapi Maria tak berkata putus sama sekali. Dirinya juga sama, terlalu takut untuk mengatakan satu kata itu dan memang tak mau. Namun, bodohnya masih saja mempersulit masalah yang sebenarnya bisa selesai dengan mudah jika mereka bisa duduk dengan tenang dan berbicara dengan kepala dingin. Mengumpulkan tekat, Oase memutuskan untuk tidak menyerah. Ia segera membalikkan badannya, berlari kembali ke sana dan secara tak terduga... Oase melihat Maria juga berlari

