Oase terpukau, belum pernah melihat pelabuhan sebesar itu. Bahkan dinginnya udara di bulan Januari tak mengganggunya sama sekali. Matanya berbinar melihat kapal-kapal dagang yang tengah beraktivitas di sana. “Maria, kita boleh naik itu?” tanya Oase, menarik tangan Maria sambil menunjuk sebuah kapal dengan tangan lainnya. “Tidak boleh, itu bukan tempat wisata,” jawab Maria. Merasa seperti sedang mengajak anak-anak bermain. Jangankan terlihat gugup saat akan bertemu dengan orang tuanya, Oase bahkan terlihat tak memikirkannya sama sekali. “Hei, jangan lari-lari!” teriak Maria, mengomeli Oase ketika pacarnya itu mulai berlarian tanpa memedulikan berapa banyak genangan air yang membeku di jalan. “Tenang! Aku tak akan jatuh!” Oase tak mendengarkan, malah berlari semakin aktif mendekati dek

