CHAPTER 36

1820 Words

Mereka sampai ke rumah peristirahatan yang pernah Oase tunjukan. Sama persis seperti di dalam foto, sebuah bangunan tua bersejarah yang masih sangat terawat dengan baik. Dipagari dengan aman, dan dilengkapi dengan halaman yang sangat luas. “Kamu yakin ini tempatnya?” Hideo bertanya untuk memastikan. Tak yakin karena melihat ukuran bangunan itu. Belum lagi, dari luar pagar seperti ini terlihat tak berpenghuni. “Teman kuliahku dulu pernah bilang kalau pemiliknya seorang wanita Perancis yang cantik. Oase bukan orang Perancis, kan?” “Dia bilang ini rumah bibinya!” balas Maria ngotot, menekan bel berkali-kali. Tak lama, penjaga rumah mendatangi mereka. Seorang pria tua yang terlihat seperti penduduk lokal dengan penampilan yang rapi. “Apa yang bisa saya bantu?” Bahkan cara berbicaranya p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD