Oase kembali ke rumah Maria esok hari seperti janjinya, berdua dengan Fulton yang akan jadi pendukung. Mereka tiba di depan rumah Maria jam sembilan pagi, memakai pakaian training karena memang habis lari pagi bersama. Maria yang membukakan pintu sampai menggigil sendiri melihat tipisnya jaket mereka. “Kalian tak dingin?” tanyanya cemas. “Kamu yang namanya Maria? Kemarin kita belum kenalan, kan?” Fulton membalas dengan pertanyaan. Muka datar kurang antusias yang mendekat padanya itu terlihat tak sesuai dengan tingkahnya, membuat Maria merasa tak nyaman. “Iya, masuklah dulu. Kalian bisa beku kalau di luar terus,” jawab Maria. Mengajak mereka masuk ke dalam, kemudian menyalakan penghangat ruangan. Ayah dan saudara laki-lakinya sedang pergi berbelanja dan ibunya sedang menyiapkan bumbu

