CHAPTER 41

1768 Words

“Lihat ini,” teriak Oase. Pagi-pagi sekali ia sudah mendatangi Matteo, membawa segepok brosur yang ia buat bersama dengan Maria kemarin sore. Oase amat bersemangat, menunjuk tulisan besar yang tertera di brosur itu. “Gimana?” tanyanya tak sabaran, menunggu reaksi Matteo yang masih saja diam memelototi brosur yang ia bawa. “Tak berguna. Aku tak mau membayar orang untuk memainkan pianomu,” jawabnya kemudian. Menoleh dan mulai menyibukan diri membersihkan kaca, berpikir kalau ide Oase tak ada gunanya. Sejak awal memang dia merasa konyol melihat ada piano yang dipajang di sudut ruangan. Meskipun restorannya sudah begus, tapi piano itu mengganggu. “Ckckck. Ayah salah. Bagaimana bisa laki-laki latin tak tahu bermain musik? Piano itu aku yang akan memainkannya!” balas Oase sok tahu. “Kau ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD