Alfa mengangkat satu alisnya, mengambil nafas pendek. Dengan pasti ia menghubungi nomer tersebut. "Halo," sapa suara wanita si seberang telepon. "Sudahlah jangan mulai lagi, lagipula hubungan kita sudah berakhir sejak kuliah dulu. Sekarang aku tidak ingin di pusingkan dengan masalah baru." "Terus kemarin kamu baik sama aku, itu maksudnya apa? kamu lupa kita pernah cek In di hotel?" Alfa mengusap wajahnya dengan kasar, memang benar kesalahan dirinya adalah mulai membuka hati untuk wanita itu. "Jangan bahas itu lagi, anggap saja sebagai kesalahan dan kekhilafanku. Aku harap kamu jangan mengumbar kesalahan kita pada orang lain!" "Wow, kamu enak banget ya bicara seperti itu sama aku. Ingat, kamu yang memulai merayuku dengan kata-kata manis mu itu! kamu juga yang sudah merenggut kesucian

