bab 16

1168 Words

Zia menyeka air matanya dengan kasar, sudah cukup ia menangisi pria yang sudah menyakiti sekaligus berkhianat, entah dia hanya sebentar atau lama, pengkhianatan tidak di benarkan dalam kamus hidupnya. "Setelah ini apa yang harus aku lakukan?" tanya Zia tiba-tiba. "Fokuskan dulu pada meeting kita siang ini, bagaimanapun sekarang kamu adalah seorang CEO yang menjadi panutan seluruh karyawan kamu." "Apa aku bisa?" Barly meraih tangan Zia dengan lembut, "Kamu tenang saja, ada aku, Zio dan ayahmu yang selalu membela dalam keadaan apapun." Zia tersenyum penuh semangat, apa yang di katakan Barly adalah benar, dirinya adalah seorang pimpinan. Ia harus bangkit dan kuat, sekali lagi ia menyeka air matanya, menghembuskan nafas panjang. "Baiklah, sekarang kamu siapkan berkas untuk meeting kita s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD