Rinai Hujan

1097 Words

Waktu tersisa dua jam lagi sebelum Biren pergi ke lokasi syuting. Mau pulang nanggung. Lebih baik memanfaatkan waktu nanggung untuk sesuatu yang gak bikin nanggung. Halah apa coba. Setelah insiden lahiran tadi, Biren jadi berpikir ingin menunda waktu syuting agar bisa berlama dengan Didi. Sebenarnya dia belum menyadari perasaan apa yang berkecamuk di hatinya. Dia hanya senang bisa berjalan kaki ke taman bersama guguk peliharaan. Itu kan yang biasa orang lakukan pas ada waktu senggang? “Kok lu gak pernah bilang bisa bantu bersalin gitu. Lu bidan atau pernah kerja di rumah sakit?” “Akang yang gak pernah tanya. Didi teh pernah sekolah Akbid. Tapi terpaksa, sekolah juga ogah-ogahan, di paksa sama Mama. Jadi belum pernah kerja di klinik atau rumah sakit. Tapi alhamdulillah ilmunya kepake

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD