Masih dalam rangka masa pengantin baru, Bimo sengaja mengosongkan jadwal Biren biar lebih banyak dirumah. Hitung-hitung bantuin Didi nulis atau jadi proofreader yang memberi krisar, agar skenarionya cepat kelar. Sudah beberapa hari ini Didi ngebut nulis kadang sampai begadang, makannya butuh perhatian ekstra dari Akang. Ya, dari Akang yang tidak tahu apa makna dari sebutan Akang. Habus dibilang suami ga jelas, di bilang pacar bukan, temen tapi modus, bos tapi serumah, partner? Ya mungkin lebih tepatnya itu karna ada unsur soimbiosis mutualismenya. Sepertinya mata Didi mulai terasa berat, bayangkan saja semalam baru tidur jam dua pagi bangun subuh terus ngetik lagi sampai jam sembilan malam. Beranjak dari meja kerjanya hanya untuk ke toilet dan makan saja. Memang perlu pengorban

