Bab 30. Permainan Mama

1004 Words

“Masih di sekitar sini …,” gumam Gressida mengutip perkataan mertuanya saat di kamar. Tatapannya menatap bangunan megah di depan mata. Koper di tangan kiri Isaac sudah dilepaskan entah kapan karena kini pria itu menghadapnya penuh. Memegang kedua bahunya. “Maaf. Mama sama eyang nggak ngasih izin kita pergi jauh jadi hanya berjarak dua rumah saja,” jelas Isaac. “Itu pun susah payah izinnya keluar dari eyang, apalagi kamu sedang hamil.” “Aku masih belum paham sama sekali, Mas,” ujarnya tanpa menepis tangan Isaac di bahunya. Gressida diam, mengendik, lalu kepalanya melongok menatap bangunan di belakang punggung suaminya. “Keberangkatan sore … lalu tiket, lalu … apalagi, Mas?” “Sudah nggak ada lagi, Gressi. Saya tidak ikut dalam permainan mama. Saya hanya minta izin, selebihnya … mama impr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD