Bab 36

1050 Words

Diam, semua kata bak tertelan ombak yang tenang. Keduanya sama-sama retak, hatinya bak dedaunan yang berguguran di tepi pantai ini. Suara gemuruh saling bersautan dalam hati keduanya, gemuruh yang mereka ciptakan sendiri. Gemuruh yang keduanya snediri tak dapat mendefinisikan, ia adalah rindu, emosi, luka, dan rasa ingin tau tentang banyak hal. Keduanya pun sama-sama tau jika gemuruh yang sedari pertama mereka bertemu hanya dapat dihentikan oleh hati yang sama sama saling memaafkan dan kembali merangkak untuk dapatkan kebahagiaan seluas jagat raya. ‘’Maaf…’’ Syadza dan Syauqi bicara bebarengan. Kata dan kalimat yang mereka ucapkan adalah sama, keduanya sama-sama merasa bersalah sebab saling tidak memahami. ‘’Maaf, untuk luka yang Mas buat tanpa Mas sadari…’’ kata Syauqi yang matany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD