Bab 24,

1038 Words

Chapter 24 ** ** Aku tetap berjalan setelah melaksankan shalat maghrib, sementara teman yang lain menikmati makan malam penyambutan kedatangan romobongan relawan ini. Aku masih berjalan, sampai kakiku yang tanpa alas merasakan dinginnya pasir yang sudah mulai terasa lembab. Aku masih saja berjalan lurus, pandangan mataku menatap hamparan langit yang banyak dihiasi ribuan bintang ini. Aku masih berjalan, terus, terus dan terus. Sampai tak kurasa air pantai menenggelamkan separuh tubuhku. Dan saat aku berhenti, aku melihat wajah Syauqi terlukis jelas di langit malam. Aku melihat wajahnya yang penuh dengan air mata dengan tangannya mengarah ke langit. Aku tidak tau apa yang terjadi dengan Syauqi, yang aku pahami. Saat ini aku sangat merindukannya sampai-sampai aku berhalusinasi melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD