Chapter 46 ** ** ‘’Sumpah, gue cape banget gila…’’ kesal Regina menepuk punggung lelaki di depannya yang justru menatap tajam. ‘’Kak Abraham, gua cape.’’ Lirih Regina lagi sedikit dengan nada tinggi. ‘’’Semuanya juga cape.’’ Jawab Abraham sinis. Ia berhenti berjalan dan memberikan akses kepada Regina untuk berjalan di depannya dan Aisya. Sementara gadis itu, Aira Syadza. Dia berjalan dalam nafas yang terhembus berat, sungguh kakinya terasa hampir terlepas dari empunya. Perutnya melilit amat perih ditambah ia hanya memakan satu buah apel dan s**u. Semua orang tak mengira jika perjalanannya akan sesulit ini, bahkan hampir serupa mendaki bukit. Beberapa orang sudah mengeluh, tapi tidak dengan Syadza. Ia sebab bingung jika mengeluh maka siapa yang akan direpotkan sedangkan yang lai

