Agnia membasuh tangan di wastafel setelah keluar dari bilik toilet, ia menatap wajahnya dicermin sambil mengerutkan kening. Gadis itu kemudian menyapu bibirnya dengan kasar. Didalam hati ia menggerutu, menyesal dengan apa yang sudah terjadi semalam, ia membiarkan Anggara merebut first kiss yang harusnya hanya akan Agnia berikan kepada orang yang benar-benar mencintainya. "Awas aja, om g***n piktor itu gak bakal dapat apa-apa lagi." tekad Agnia didalam hati sembari membasuh bibir itu berulang kali sampai memerah, air matanya hampir luruh tapi buru-buru diseka dan Agnia langsung mendongak. Tak mungkin ia sakit hati pada penghianatan Anggara, memangnya dia siapa? Puas menghempas rasa yang terpendam, gadis itu berjalan menuju pintu keluar sambil mengutak atik ponselnya karena baru saja be

