“Hey, kupikir kau tak akan pernah ke sini?” ejek Rizky. Tamunya kali ini sangat spesial, Hendra mengajak Rio, sedangkan dia sangat tahu kalau dirinya dan Rio tengah berseteru saat ini. Meski cukup kesal yang bercampur dengan rasa marah, nyatanya Rizky tetap mengulurkan tangan untuk menyalami Hendra dan juga Rio. Rio tak menjawab sapaan itu, tetap bersalaman memang, tapi tak berniat sedikit pun untuk ramah ke Rizky. Hendra terkekeh, “Aku mengirimkan ini, nanti kau bisa, kan? Ke sana lagi? Restoran yang baru kita bangun membutuhkan beberapa makanan berat, kau yang lebih tahu, jadi semua kuserahkan padamu.” Hendra menyodorkan jurnal kerjanya ke Rizky. Saat Rizky menelitinya, dia ingat kalau dulu Pandu pernah mengajaknya membahas hal ini, ternyata gym dengan restoran pendukung itu memang di

