Pandu baru saja beristirahat, dia ingin menelepon Tari untuk mengajaknya makan malam, tapi sebuah email membuatnya terkejut. Tari di apartemennya, Pandu tidak percaya akan hal itu, dia memutuskan untuk melihat CCTV dan ternyata Tari memang di sana, bahkan sedang tidur saat ini. Pandu terkekeh, dia pun bersiap, “Ma, Pa, nanti malam jadi ke rumah Tari?” tanyanya setelah ke luar kamar. “Jadi, kamu ke sana dulu, Mama nanti saja pas makan malam.” jawab mama Pandu. Pandu meringis, “Tapi aku sama Tari mau pergi, Ma. Gak apa-apa, kan?” Papa Pandu pun menghela napas, “Ini pernikahan siapa? Kamu, kan? Kalau Mama sama Papa harus ke rumah Tari untuk menentukan hari pernikahan itu, kenapa kamu malah pergi? Buat apa Papa sama Mama di sana?” tanyanya. “Tapi ini juga mendesak, Pa. Pandu gak bisa nol

