Pandu baru saja sampai pantai setelah mencari alasan untuk kabur dari papanya yang sedari tadi main catur dengan papa Lili. Segera mencari Rio, menemukan sosok itu duduk di kursi santai dan menghadap pantai, Pandu pun bergabung, “Cukup sulit pergi dari papa.” Ucapnya yang tahu kalau Rio menunggunya terlalu lama. Rio menoleh, tersenyum, dan mengangguk, “Lihat mereka.” Lirihnya sambil menunjuk sepasang sejoli dengan dagu, ada Hendra dan seorang perempuan yang berada di pesta semalam. Pandu mengembuskan napas panjang dalam, “Kau sudah melakukan apa yang seharusnya?” saat Rio mengangguk, Pandu pun menarik bibirnya melengkung, “Apa lagi yang harus dikawatirkan?” “Kamu benar, tapi—“ “Aku punya ide.” Pandu terkekeh sambil menaikkan alisnya ke Rio, membisikkan sesuatu yang dia yakin Rio akan m

