Jangan bodoh

1111 Words

Hendra dan Lili baru saja selesai makan. Ke duanya bersantai di vila yang tak jauh dari pusat kota. Meski pemandangan sawah tidak di dapat dari vila ini, tapi keindahan pantai dan deburan ombak tertangkap jelas, membuat ketenangan semakin nyaman saat melepas penat di vila ini. “Apa rencanamu?” tanya Hendra. Baru kemarin dia datang dari Bali, bukan tak suka Lili hanya berdiam diri di vila, tapi Hendra akan merasa tenang meninggalkan Lili jika Lili punya kesibukan yang positif. “Aku tahu kamu sibuk, pekerjaanmu banyak, dan Pandu pasti juga mencarimu.” Lili sempat dengar saat Hendra menelepon Pandu beberapa hari yang lalu, “Jadi ...pergilah. Aku akan memikirkan dulu pekerjaan apa yang cocok untukku.” Jawab Lili sambil tersenyum. Hendra terkekeh, dia tahu kalau Lili memang anak orang kaya d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD