Saat ini, Nadien tengah berada di ruang tunggu. Ia duduk di kursi sembari mengetuk-ngetukkan kakinya di lantai. Ia bahkan juga menggigiti ujung kukunya. 'Bagaimana Papa bisa sampai tahu?' 'Kenapa aku bisa seceroboh ini?' Rasanya semua sudah terlambat. Di dalam sana, ayahnya sedang berjuang melawan maut. Nadien sudah mendengar penjelasan Bi Inah, tentang apa yang membuat ayahnya sampai anfal secara tiba-tiba seperti tadi, padahal kondisi Beliau sebelumnya sudah bisa dikatakan stabil. Dan ternyata, itu semua karena Adam sudah mengetahui semua fakta yang selama ini Nadien sembunyikan. Tentang perusahaannya yang hancur, tentang Nadien yang selama ini berbohong tentang mobil yang sebenarnya ia jual, dan yang lainnya. Nadien memejamkan matanya. Ia merasa gagal menjaga ayahnya. Harusnya bi

