PP-41

1264 Words

Sejak hari dimana Daniel datang dan menyediakan bahu untuk Nadien menangis saat ayahnya anfal beberapa hari yang lalu, Nadien sudah mulai kembali terbuka pada Daniel. Walau masih terkesan kaku, tapi sekarang ia sudah mau mendengarkan Daniel bicara. Daniel pun juga menekan egonya, agar tidak terlihat terlalu menggebu-gebu dan memaksa Nadien. Ia seakan paham jika Nadien masih butuh waktu. Dan kini, dengan wanita itu mau mulai bicara dengannya pun, ia sudah amat bersyukur. Seperti hari ini contohnya. Sejak jam makan siang tadi, Daniel menyempatkan diri menjaga Adam yang masih dirawat di rumah sakit. Dan sore ini, giliran Nadien yang akan menjaga ayahnya. Ia membuka pintu ruangan ayahnya. Dan ada Daniel yang tampak lelah duduk di sofa panjang di ruangan itu. Bahkan laki-laki itu tampak h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD