Part 2

435 Words
Jika manusia memiliki kenangan yang takkan dilupakan, maka sama hal nya dengan para ksatria. Seperti contohnya hari ini. Horelion sedang berjalan jalan di pulau Lakurius, ia sedang dalam suasana hati yang bahagia. Wajar saja, karena hampir semua teman teman nya memuji nya sebagai ksatria yang dermawan,baik hati, dan mendefinisikan Horelion sebagai ksatria yang sempurna. Namun sayangnya, Horelion tak tau kalau ada kejutan besar yang sedang menantinya. Hari itu, entah apa yang sedang merasuki Horelion, tapi ia tertarik untuk memasuki sebuah hutan misterius yang berada di pulau lakurius. Di hutan tersebut, Horelion melihat sebuah telaga kecil. Kebetulan Horelion sedang haus jadi ia tergoda untuk meminum air dari telaga tersebut. Awalnya ia hanya minum di pinggir telaga saja, seperti orang orang dan hewan hewan pada umumnya, namun makin lama, makin lama Horelion seperti ditarik ke tengah telaga. Setelah ia sadar, ia melihat ke air, di air tersebut tidak terdapat pantulan muka Horelion,namun terdapat muka penyihir agung. Sang penyihir mengajukan sebuah perjanjian, jikalau Horelion bisa menjadi ksatria abadi, maka sang penyihir akan mengabulkan semua permintaan Horelion. Horelion pun tergiur dengan perjanjian tersebut. Tapi sebelum meninggalkan hutan tersebut, Horelion bertanya kepada sang penyihir caranya untuk menjadi ksatria abadi. “ ksatria abadi adalah ksatria hebat yang akan masuk sejarah dan menjadi ksatria leluhur” jawab sang penyihir. Setelah berpikir, Horelion pun mendapatkan ide untuk menjadi ksatria abadi. Tetapi sebelum meninggalkan hutan, penyihir juga memberikan Ia Horelion sebuah mantra, jika Horelion menyebut mantra itu di tengah tengah telaga maka penyihir akan muncul. Setelah mendengar hal itu, Horelion tak membalas perkataan penyihir tetapi ia bergegas pergi ke istana, meminta raja untuk memasukkannya ke dalam sejarah dan membuat nya menjadi ksatria leluhur. Raja pun meminta sang penulis sejarah membacakan apa hal terhebat yang pernah Herlion lakukan. Ternyata Herlion pernah melakukan banyak hal yang ikonik, namun raja tak bodoh, ia tahu pasti ada sebab nya mengapa Horelion melakukan hal ini. Setelah ditanya oleh raja, Horelion pun menjawab dengan jujur bahwa ia sebenarnya melakukan perjanjian dengan nenek sihir. Dan setelah mendengar cerita yang cukup panjang dari Horelion, sang raja pun melakukan permintaan Horelion, yaitu menulisnya dalam sejarah, karena Horelion juga pernah melakukan beberapa hal yang ikonik, namun sebagai balasan nya, Horelion harus meminta sang penyihir tentang apa yang raja mau. Akhirnya Horelion pun pergi ke telaga tersebut dengan membawa buku sejarah yang sudah tertulis namanya. Dan menyebut mantra yang telah diberikan penyihir kepada Horelion sebelumnya. Ketika pantulan penyihir itu muncul, Horelion segera menunjukan buku sejarah yang telah tertulis namanya dan meminta agar penyihir selalu muncul, ketika sang raja memanggil “Nenek sihir” sebanyak 3 kali. Dan tanpa berpikir panjang, penyihir pun mengiyakan hal tersebut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD