Lorong rumah sakit menuju ICU terasa lengang. Hanya beberapa petugas kesehatan telihat berlalu-lalang. Tetiba terdengar langkah tergesa begitu pintu lift terbuka. Tampak Frida berlari sambil menggendong Emira. Saking terburu-burunya, sampai tas yang dibawa beberapa kali terjatuh. Gadis yang saat ini sudah seperti ibu bagi anak semata wayang Reiga itu sesekali melihat ke arah belakang. Khawatir kalau Seli mengejarnya, walau hal itu mustahil. Tapi, dirinya harus tetap waspada. Dua pengawal yang sudah disiapkan Pak Adnan Latief tentu sangat bisa diandalkan untuk menghadapi perempuan jadi-jadian tadi. "Ada apa Mbak?" Niken--salah satu staf Luxury corp yang didatangkan dari Ambon--menyosong Frida yang berlari sambil mengendong Emira. "A--da ... ya--ng mau men--culik Emira," jawab Mira teputus

