Sosok tinggi menatap tajam ke arah rombongan kecil Frida. Emira langsung meminta gendong pada Frida begitu ada orang asing memanggil namanya. Orang yang sepertinya mengenali Emira itu melangkah mendekat, jarak juga semakin terpangkas. Dua pengawal yang tadi berada di belakang Frida, sigap membuat pagar betis, berdiri tepat di depan Frida. Menghalangi orang asing yang memanggil Emira semakin merangsek maju. "Udah seperti presiden aja nih, pakai pengawal. Eh, tapi siapa ya orang itu, kok kenal Emira?" cuit batin Frida. "Maaf Anda siapa?" Raka salah satu pengawal Emira langsung bertindak sesuai tugasnya. "Saya? Kalian tidak tahu siapa saya?" Orang itu justru terkekeh, merasa geli karena ada manusia di negara ini yang tidak mengenalinya. Padahal di luar negeri dirinya begitu terkenal, bany

