"Bund, kita mau kemana kok bawa koper?" Emira tampak bingung ketika melihat dua koper sudah berjajar di dekat pintu rumah Reiga. "Kita mau nyusul oma. Emira sudah pernah naik pesawat?" jawab Frida masih mencoba mengalihkan pembahasan yang mungkin akan menanyakan tentang ayahnya lagi. Pak Mamat membawa mobil dengan gesit, dan tetap berhati-hati. Jalanan Kota Solo tidak terlalu macet siang menjelang sore ini. Kali ini sopir yang memang biasa mengantar jemput Emira itu mengambil jalur tengah supaya lebih cepat menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo. Mobil berwarna hitam mengkilap itu berhenti di depan lobi bandara khusu VIP. Jet pribadi milik keluarga Latief sudah menunggu di landasan pacu. Frida, Emira juga Mbak Ria langsunh disambut oleh petugas khusus dari pangkalan udara. Frida yan

