Bab 29 Rindu Keluarga

1352 Words

Bab 29 Rindu Keluarga   Pria tua itu kembali merapatkan syal berwarna putih kekuning-kuningan di lehernya. Wajahnya makin kuyu menatap ke depan. Dia terus menerus mengingat anak gadisnya. Neng Givanya entah ada di mana sekarang?      “Abah, masuk ke dalam. Di sini dingin.” Suara Kang Adam terdengar, dia baru saja ke luar dari rumah. Membujuk Abah yang masih saja betah duduk di depan rumahnya. Padahal waktu sudah larut, tapi Abah masih saja bertahan. Tak peduli keadaannya sendiri.      “Nanti, Abah masih pingin di sini. Mimi udah tidur, Dam?” tanya Abah sambil membetulkan pecinya.      “Mimi dari tadi udah tidur sama Titi, Bah,” jawab Adam lugas. “Abah kapan mau tidur? Kan besok mau ke rumah laki-laki itu, nanti kalau Abah sakit karena kurang tidur bagaimana?”      Abah menoleh dan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD