Chapter 47 Kenangan Masa Lalu Sesuai permintaannya, Gerry datang ke Bali tanpa dijemput oleh siapapun di bandara. Ia memang sengaja karena ingin menikmati waktunya sendirian di Bali. Dengan langkah tegap sembari membawa tas ransel hitam, ia melangkah ke luar dari bandara. Memasuki taksi dan meminta diantarkan ke pantai. Dua puluh menit perjalanan, Gerry pun sampai di pantai yang cukup ramai karena hari masih siang. Sepanjang di bibir pantai, Gerry melangkah tiada henti, ia tidak memikirkan ke mana akan pergi, ia hanya ingin melangkah, menelusuri jalanan berpasir putih di kakinya seraya membayangkan masa lalu di mana biasanya ia berjalan bersama Giva. Ia mengingat kenangan manis itu, sepulang dari Jakarta untuk menemani Yuna dalam acara peresmian hotel barunya, ia berjalan-jalan bersama

