Bab 64 Kekhawatiran Giva [1] Gerry berdiri di balkon kamarnya kemudian merogoh handphone yang ia simpan di dalam saku celana. Ia mencari kontak milik ibunya kemudian menunggu sambungan telepon. “Halo, Bang!” sapa Bunda dari sebrang panggilan. “Iya, Bun. Gimana di sana?” tanya Gerry. Sebelah tangannya yang bebas mulai mencengkram sisi batas balkon. Tatapan matanya pun menatap lurus ke pemandangan di atas langit malam yang cerah dan penuh bintang. Bunda terdengar tertawa riang. Ia terdengar sangat senang, membuat hati Gerry ikut merasa bahagia karenanya. “Kayaknya Bunda senang banget,” gumam Gerry sambil tersenyum tipis. “Bunda kan udah lama enggak liburan, Bang. Kamu dan Fani di rumah baik-baik saja, kan?” tanya Bunda, tetap mengkhawatirkan kedua buah hati

