Bab 58 Tentang Mereka Tidak ada tempat lain yang lebih tepat untuk Gerry dan Giva selain taman terdekat yang mampu mereka jangkau. Mereka pun kini duduk di salah satu bangku taman, berdampingan. “Gi, boleh aku nanya sesuatu?” tanya Gerry pelan. Dia jadi gugup karena tinggal berdua dengan Giva apalagi setelah perdebatan kecil masalah status mereka secara hukum. “Apa?” Giva sama sekali tak menoleh. Ia melihat ke depan dengan tatapan kosong. Tak dipungkiri jantungnya seperti bom yang ingin sekali meledak karena kedekatan jarak di antara mereka saat ini. “Kamu lihat aku dong, Gi!” pinta Gerry. Dia merasa tidak diacuhkan. Giva sama sekali tidak ingin melirik atau menoleh ke arahnya. “Aku minta maaf deh masalah tadi.” Giva bukannya tambah rileks, malah terliha

