Bab 44 Merindu Pria berambut panjang sebahu itu menatap dari kejauhan ke arah sebuah rumah. Di depan rumah itu sedang berlarian kecil 2 orang yang begitu dicintainya selama ini. Tanpa pernah alpa untuk menyebut nama mereka dalam doanya ketika ia bersujud. Dan setelah 4 tahun akhirnya ia bisa melihat mereka dengan jelas, meskipun dari kejauhan. Pria bertubuh tinggi itu memang sudah banyak berubah sejak terakhir kali berada dunia luar. Selama di dalam sangkarnya ia banyak berolahraga, bersosialisasi dengan orang-orang yang menurutnya baik seperti Pak Hamdan. Pria itu tidak sendiri, ia bersama sang ayah yang kali ini menjadi supir mobil mereka selama perjalanan ke rumah sang pujaan hatinya. Ayah menepuk punggung Gerry, memberikan semangat pada putranya. “Gisha sangat cantik, Yah,” pujian

