Bab 56 Pulang Mendadak Malam harinya, Gerry ke luar dari kamar untuk ikut makan malam. Tidak seperti biasanya Tisa tidak ikut makan malam bersama mereka. Ia ingin bertanya pada yang lainnya tapi seperti biasa mulutnya terasa terkunci rapat. Saat ini, dia memang merasa sangat menyesal dengan kelakuannya pada Tisa tadi siang. Dia teramat keterlaluan. “Bi, kakakmu mana?” tanya Bu Danu kepada anak bungsunya. Bintang mengedikan bahunya. “Enggak tahu, Ma. Kayaknya Kak Tisa lagi baper deh, dari tadi siang nangis mulu. Mending kalau nangisnya di kamarnya sendiri, nah ini dia nangisnya di kamarku. Kan aku jadi bingung, mau belajar keganggu, mau tidur-tiduran juga keganggu.” “Kakak enggak sakit kan, Bi?” Giliran Pak Harun yang bertanya dengan nada khawatir. “

