Bab 75 Bulan Madu di Bali “Bunda, pisau cukur Ayah udah dimasukin belum?” tanya Gerry setengah berteriak dari dalam kamar. Tangannya dengan cekatan memasukan baju-baju yang hendak ia bawa bulan madu ke dalam koper besar yang terbuka di atas ranjang mereka. “Udah, Yah,” balas Giva berteriak. Dia baru selesai sikat gigi malam kemudian ke luar dari kamar mandi. “Apa lagi yang harus disiapin?” tanyanya sambil berjalan menghampiri Gerry yang masih sibuk menata pakaian mereka. Gerry tidak segera menjawab melainkan berpikir sejenak. “Kayaknya udah komplit semua.” Giva yang mendengar jawaban setengah pasti itu hanya mengangguk kemudian berlalu meninggalkan Gerry di kamar. Ia melihat keadaan Gisha di kamarnya yang sudah dalam keadaan tertidur kemudian duduk di samping gadis ciliknya berbaring.

